Di era transformasi digital, media sosial telah berevolusi menjadi medan pertempuran wacana yang sangat masif. Salah satu instrumen visual-tekstual yang paling digemari saat ini adalah fitur carousel di platform Instagram. Melalui perpaduan grafis yang memikat dan narasi yang ringkas, konten carousel memiliki daya pengaruh yang luar biasa dalam membentuk persepsi, memicu perdebatan, hingga menggerakkan aksi sosial di dunia nyata. Namun, apa yang sebenarnya tersurat dan tersirat di balik lembar demi lembar digital tersebut?
Buku ini mengupas tuntas dinamika tersebut melalui pendekatan analisis wacana, pragmatik, dan retorika. Ditulis secara kolaboratif, buku ini membedah ragam fenomena viral yang melintasi linimasa media sosial. Isu-isu yang diangkat sangat beragam dan kontekstual, mulai dari ironi kebijakan anggaran pendidikan, pergeseran budaya akibat fenomena FOMO (Fear of Missing Out) pada Generasi Z, tata kelola urban, hingga isu krisis ekologi global.
Setiap esai dalam antologi ini menyajikan pisau analisis yang tajam untuk menguliti bagaimana bahasa diproduksi, dikemas, dan digunakan sebagai alat penyampai kuasa maupun ideologi di balik layar gawai. Buku ini menjadi referensi yang sangat penting tidak hanya bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti di bidang linguistik serta komunikasi, tetapi juga bagi praktisi media digital dan masyarakat umum yang ingin meningkatkan literasi kritis di tengah derasnya arus informasi modern.