Esai-esai kecil dalam buku ini merupakan upaya serius saya, yang mungkin kecil, “bagaimana warisan-warisan pengetahuan maupun kearifan pada kebudayaan Banyumas”, untuk mengangkatnya ke dalam derajat “ilmiah”. Atau minimal penggalian, pendokumentasi, pengekalan yang bisa jadi ingatan kolektif bahkan “cadangan kearifan/pengetahuan” yang terus dimaknai secara baru sesuai kebutuhan gerak perubahan dinamis masyarakat. Hal ini semata-mata saya niatkan dalam rangka menjadi manusia (berbudaya) dalam galur sistem pengetahuan. Jika meminjam istilah kesusasteraan Jawa, saya tak ingin hanya sebatas “sujana” (orang yang telah mengetahui banyak hal namun belum bisa menubuhkan dalam proses berkemanusiaanya secara paripurna), melainkan ingin menapaki derajat “sarjana” (orang yang telah tuntas/selesai dalam olah fakultas kemanusiaannya).
Buku ini dapat (juga) dimaknai semacam sebuah undangan para pembaca untuk mencoba merekontruksi secara baru narasi keilmuan dan sejarah yang barangkali belum banyak disadari oleh diri kita. Hampir seluruh tulisan dalam buku ini adalah tulisan saya yang telah dipublikasi di langgar.co. Tulisan yang hadir dalam buku ini adalah semacam kumpulan juga pergulatan, yang meski pada awalnya tidak saya niatkan menjadi buku, alias saya niatkan sebagai jejak yang menandai kesatuan pergulatan, proses dan pemikiran saya soal kebudayaan, keislaman, kejawaan dan juga kebanyumasan. Adapun rentang masa tulisan dalam buku ini sekira (2020-2025). Untuk Mas Irfan Afifi (imam langar.co), dan para pengurus langgar.co, saya ucapkan terima kasih.